Foto Kenangan Kelas A

Study Tour Yogyakarta,
24, 25, 26 Desember 1988



Tidak terasa foto-foto ini sudah berumur hampir 30 tahun.
Yuk ah kita bernostalgia.

Waktu itu kita berangkat tanggal 24 Desember jam 9 malam. Guru pendamping di bis Kelas A adalah Pak Rahmat dan Pak Ganda.  Ada juga Mutia Puspitasari dan Nurlely Saadah, adik kelas kita yang bergabung sebagai perwakilan osis. Mungkin karena secara alfabet paling awal, hingga Guru BP dan utusan osis pun berada di bis Kelas A. Sedangkan Pak Rahmat adalah guru pengganti Wali Kelas A (Ibu Nining) yang waktu itu tidak bisa ikut.

Nah kalau sang perwakilan osis itu, akhirnya sekamar dengan Tineke, Mia dan Titin, sampai sekarang pun tidak diketahui alasannya, coba nanti kita cari tahu. Hehe..

Kita tiba di hotel, pagi esok harinya tanggal 25 Desember, lalu check in dan sarapan. Tujuan tour di hari pertama adalah Keraton Yogya, Candi Prambanan dan Pabrik Susu.

Kunjungan ke Keraton Yogya masih pagi, udara terasa belum terlalu panas dan matahari belum terlalu terik. Yang paling menarik dari Keraton Yogya buat kita waktu itu adalah lukisan karya Raden Saleh, karena dari sisi manapun kita difoto, mata dan sepatunya tetap mengarah ke kamera.

Sementara Candi Prambanan waktu itu sedang dipugar, belum rapi seperti sekarang, batu-batu masih bertumpuk disana-sini, pepohonannya belum rimbun, bisa dibilang keadannya masih gersang, ditambah lagi suhu udara Yogya yang memang panas, tengah hari pula, tambah panaslah acara mengelilingi Candi ini.

Terakhir di hari pertama, kita mengunjungi Pabrik Susu. Kita dikumpulkan dalam satu ruangan besar, lalu mendengarkan penjelasan segala hal tentang Susu. Mulai dari apa itu Susu, mengapa harus minum susu, bakteri yang terdapat dalam susu, dst dst sampai sejarah singkat pabrik pun dijelaskan.



Sebetulnya kita sudah lumayan penat, jadi agak-agak kurang konsen juga menyimaknya, sampai-sampai terdengar ada yang berkata, 'Sudahlah… ada brosurnya koq, nanti kita minta.’

Tour hari pertama selesai, kita kembali ke hotel, lalu mandi, makan malam dan akhirnya acara bebas.

Seperti tidak ada tempat lain yang harus dikunjungi untuk acara bebas selain Malioboro. Yaa… itu dia, jalan-jalan di Maliboro.

Dua hal yang paling menarik dari Malioboro adalah harga barang yang ternyata bisa ditawar sampai setengahnya dan becak.

Kita jalan-jalan memang tidak bergabung satu kelas semua, tapi dengan cs masing-masing, jadi begitu berkumpul lagi, mulai deh membanding-bandingkan harga. Untuk satu barang yang sama kadang ada tiga harga yang berbeda, tentu saja yang paling jengkel yang membayar paling mahal. Xixi..

Hal menarik lainnya adalah becak.
Becaknya memang agak berbeda dengan becak Ciamis. Becak Yogya, joknya agak ‘ngadengklang' (bahasa Indonesianya ngadengklang apa ya, heuuu…)

Sebetulnya, bukan ngadengklang-nya ini yang bikin heboh, tapi ngebutnya itu Gustiiii nu Agung. Naik becak koq tegangnya mirip-mirip naik halilintar di Dufan. Haduh.

Setelah puas jalan-jalan, kita kembali ke hotel. Lucunya ada lho yang pulangnya tidak mau naik becak, kapok katanya.

Menjelang tidur, tidak ada lagi kegiatan khusus di hotel, sepertinya semuanya sibuk dengan teman sekamarnya masing-masing.

Hari kedua tour, tanggal 26 Desember tujuannya adalah Candi Borobudur. Setelah selesai sarapan kita siap-siap check out dari hotel

Tidak terlalu banyak yang bisa diingat dari mulai sarapan, check out, sampai tiba di Candi Borobudur, kecuali ada satu hal yang membuat kita agak-agak gimanaaaa gitu. Tapi itu nanti saja ceritanya.



Mungkin teman-teman Lur'89 yang lain bisa menambahkan cerita tentang Study Tour ini dengan cerita yang lebih seru lagi tentunya.

Sosonoan bari Seuseurian

💙💛💙
Tineke

Post a Comment